Codec di openSUSE 11.2

Waktu saya install openSUSE 11.2 saya, ternyata ada error di dalam codecnya… waktu saya install lewat DVD nya, ternyata file untuk codecnya corrupt, mau pinjem CD Repo dari temen, jarang ketemu.. yasudah… yg paling gampang memang lewat online… setelah nyari2 di software.opensuse.org , akhirnya saya dapat link ini : multimedia codec nah, di bawah ada tulisan Restricted Formats (bisa juga klik di sini) .

Karena saya pake openSUSE11.2, saya pilih link ini : Restricted_Formats/11.2.
Okeeehhh…. tinggal dipilih anda pakai tipe desktop yang mana…. KDE, atau Gnome.

Untuk KDE, klik di sini : KDE openSUSE11.2 codecs

untuk Gnome, klik di sini : Gnome openSUSE11.2 codecs

Untuk Install, tinggal klik file yang ekstensinya ‘.ymp’ dan tunggu sampai prose install selesai.

Selamat Mencoba…..

Advertisements

Meningkatkan Kecepatan openSUSE (universal-all version)

Iseng2 lagi kesel sama kerja kompie yg lemot, langsung ada niat buat bikin tips, nih untuk meningkatkan kecepatan openSUSE …..

caranya:

1. Disable Swap
Jika anda memiliki RAM lebih dari cukup, minimal 512 MB dan tidak menjalankan aplikasi kelas berat (aplikasi grafis, compiz / beryl contohnya), sebaiknya jangan gunakan swap anda. Swap memang disediakan untuk mengantisipasi kekurangan memori, namun kadangkala Linux menggunakan swap meski memori masih tersisa cukup banyak.

Untuk mematikan swap, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapoff -a

Untuk menghidupkannya kembali, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapon -a

Menonaktifkan swap akan langsung meningkatkan kecepatan komputer. Jika terjadi masalah (hang misalnya) berarti memori yang dibutuhkan masih kurang dan justru membutuhkan swap file. NOTE : Jangan lakukan jika memori <= 256 MB.

2. Non Aktifkan Service yang tidak Perlu
Untuk menonaktifkan service yang tidak perlu, buka YAST | SYSTEM | SYSTEM SERVICES – RUNLEVEL. Pilih Expert Mode agar bisa leluasa melihat pilihan yang ada. Jangan lupa, stop service yang sedang berjalan dan non aktifkan (set as disable) pilihannya. Jika hanya melakukan stop service tanpa disable, service tersebut akan berjalan kembali ketika proses booting.

Saya sempat heran ketika melihat service yang dijalankan oleh OpenSUSE. Banyak diantaranya tidak pernah saya pakai namun ketika saya lihat statusnya malah running on boot !

Apa saja service yang tidak dipakai ? Tentu mesti disesuaikan dengan kebutuhan tapi list berikut mungkin bisa membantu :

aaeventd : Kalau tidak pernah menggunakan AppArmor, disable saja. Jika disable service ini, disable juga service boot.apparmor
acpid : biarkan
alsasound : biarkan
atd : disable
auditd : disable
autofs : disable
autoyast : disable
cron : biarkan
cups : jika ada printer, biarkan. (saran saya tetap membiarkan dia enable)
cupsrenice : sesuai setting cups
dbus : biarkan
earlykbd : biarkan, ini untuk keyboard, (kecuali jika anda nggak mau pakai keyboard, dan bisa mengetik command dengan mouse kekekeke…)

earlykdm : biarkan
earlysyslog : biarkan
esound : disable
fam : disable
fbset : disable
gpm : disable
gssd : disable
haldaemon : biarkan
idmapd : disable
joystick : disable (kecuali memakainya untuk games yang membutuhkan joystick)

kbd : biarkan (ini juga service untuk keyboard)
ksysguardd : disable
lirc : disable
lm_sencors : disable
mdadmd : disable
mdnsd : disable
mircocode (Jika menggunakan processor AMD CPU disable, biarkan jika menggunakan processor intel)

network : biarkan
nfs : disable (Lakukan disable service portmap terlebih dahulu)
nfsboot : disable
nfsserver : disable
nmb : disable
novell-zmd : disable
nscd : disable
ntp : disable
openct : disable
pscsd : disable
portmap : disable
postfix : disable, kecuali pakai mail server
powerd : disable
pwersaved : disable, kecuali butuh untuk suspend komputer
random : biarkan
raw : disable
resmgr : biarkan
rpasswdd : disable
running-kernel : disable, ini bukan si kernelnya melainkan pilihan untuk switch

saslauthd : disable
smb : disable
smbfs : disable
smpppd : disable
spamd : disable
splash : biarkan
splash_early : biarkan
SuSEfirewall2_setup : biarkan
svcgssd : disable
syslog : biarkan
xdm : biarkan
xfs : disable
xinetd : disable
ybind : disable
BEWARE : Jika menggunakan samba dan aplikasi tertentu yang membutuhkan suatu service, periksa kembali settingnya.

Jika ada entry lain yg tidak disebutkan dalam list diatas, lebih baik anda biarkan saja… (kecuali anda tau untuk siapa dia ‘bekerja’ kekeekkee)

3. Ubah setting pada sysconfig

Klik pada tanda plus didepan SYSTEM, pilih File System -> mdadm
disable MDADM_SCAN dan set “0″ untuk MDADM_DELAY

4. Tambahkan pilihan pada /etc/fstab

Untuk Ext3 : natime, nodiratime, barrier = 1
Untuk XFS : noatime, nodiratime
Untuk ReiserFS : notail, noatime, nodiratime, barrier = flush
5. Jika menggunakan KDE, ubah setting Service Manager

K menu | Personal Settings | KDE Components | Service Manager

Biarkan pilihan berikut :
KDED Favicon Module
Konqueror preloader (jika menggunakan Konqueror)
Kwallet Daemon Module
KDED Media Manager
Media Notifier Daemon

6. Non Aktif Beagle

Beagle digunakan sebagai aplikasi desktop search. Jika kita jarang menggunakannya, kita bisa menonaktifkan beagle agar tidak melakukan proses indek secara background. Beagle bisa dinonaktifkan dengan cara melakukan remove program melalui YAST | Software | Software Management.

Semoga tips diatas bisa membantu anda bekerja lebih cepat dengan si SUSiE… ^^

Karena Lebih Cepat, Lebih Baik….

sumber review:opensuse.or.id

Game Online di LINUX (TeeWorlds)

Bosan dengan game bawaan openSUSE yg biasa aja?

atau pingin main game online seru??

ini dia salah satu game online di SUSiE yg lumayan seru… namanya Tee World…

ada banyak map yg bisa dimainkan dan banyak juga senjata yang bisa anda pakai…

Yang saya suka dari game ini adalah ekspresi karakter saat ada baku-tembak dimana dia langsung ketakutan memejamkan mata.. hihihhi…

di sini kita juga bisa mengedit karakter kita… bisa seperti koala, agen perang, dan lain-lain.. pokoknya seru, deh….

kalau download, saya lupa linknya, tapi bisa copy paste code di bawah ini, terus save as sbg “teeworlds.ymp” ga pake tanda petik, yooo..

<metapackage xmlns:os=”http://opensuse.org/Standards/One_Click_Install&#8221; xmlns=”http://opensuse.org/Standards/One_Click_Install”&gt;
<group>
<repositories>
<repository recommended=”true”>
<name>games</name>
<summary>Games</summary>
<description>for Gamers by Gamers</description>
<url>http://download.opensuse.org/repositories/games/openSUSE_11.2/</url&gt;
</repository>
<repository recommended=”true”>
<name>openSUSE:11.2:NonFree</name>
<summary>Non Free parts of openSUSE 11.2 distribution.</summary>
<description>Non free or non open source parts of openSUSE 11.2.</description>
<url>http://download.opensuse.org/distribution/11.2/repo/non-oss/</url&gt;
</repository>
<repository recommended=”false”>
<name>openSUSE:11.2</name>
<summary>The openSUSE 11.2 distribution</summary>
<description>
The openSUSE 11.2 distribution.

rpm and iso file downloads are disabled by intention, please use our
official released RCs from the download mirrors.
</description>
<url>http://download.opensuse.org/distribution/11.2/repo/oss/</url&gt;
</repository>
</repositories>
<software>
<item>
<name>teeworlds</name>
<summary>Jumping the Gun</summary>
<description>Teeworlds is a free online multiplayer game, available for all major operating
systems. Battle with up to 16 players in a variety of game modes, including
Team Deathmatch and Capture The Flag. You can even design your own maps!</description>
</item>
</software>
</group>
</metapackage>

Jalanin command tanpa harus repot menghafal

Sering banget kita pingin ngetik command tapi lupa syntax nya….jadi repot, deh…nah, sekarang ga usah repot lagi…

misalnya kta ingin mengompres file, biasanya kita mngetikkan:

root@zeck :~ # tar -cf file.tar song.mp3

apa susah menghafal tar -cf ? sebenernya enggak, siih.. tapi biar lebih cepet aja…

nama command ini ‘alias’

penggunaannya:

alias command alternatif=command asli

jadi kita akan menganti command untuk mengompres dari ‘tar -cf file.tar’ jadi ‘kompres’:

root@zeck :~ # alias kompres=”tar -cf file.tar”

jadi jika kita ketik

root@zeck :~ # kompres song.mp3

file song.mp3 langsung berubah jadi file.tar

simpel, kan?? atau misalnya anda tidak suka menggunakan command ‘mkdir’

ganti saja commandnya

root@zeck :~ # alias bikin=mkdir

jadi untuk membuat file, ketik saja

root@zeck :/~ # bikin data

maka langsung ada folder ‘data’ di direktori tersebut….

mudah, kan??

sebenarnya saya tidak menyarankan untuk menggunakan command alias ini (terus kenapa gua tulis, yak?)

keuntungan alias: dapat mengganti command yang banyak syntax hanya dengan satu kalimat yg mudah kita ingat

kerugian alias: kita bisa lupa apa command dan syntax asli dari sebuah command….

Mengganti Hak Akses Dengan Command chmod

Iseng-iseng nulis ulang sama pelajaran dulu waktu belajar LINUX.. hehehe…

tentang chmod, nih…

chmod digunakan untuk mengganti hak akses…

biasanya dipake sama server di kantor / LAN… kegunaannya, yaa… biar client / orang lain ga bisa seenaknya buka-buka file penting kita…

Ok, mari kita elajari dulu dari awal… kalau saya masuk ke /home punya saya dengan user root, dan mengetikan command ls-l maka tampilannya seperti ini…

perhatikan tulisan “rwx-rwx” itu adalah hak akses dari file tersebut…

LINUX mempunyai 3 kategori user…

1.owner (dilambangkan dengan huruf “u”)

-user yg membuat / memiliki file / direktori tersebut.

2.group (g)

-User-user yang berada dalam grup yg sama dengan si owner.

3.others (o)

-user lain diluar dua grup diatas…

arti dari rwx sendiri adalah

r = read = hak untuk dapat membaca suatu file.

w = write = hak untuk dapat memodifikasi, edit, atau tulis

x = execute = hak untuk mengexecute seperti menjalankan / mendelete file

nah, kalo kita liat lagi, kan rwx nya ada 3 bagian, tuh…

yang pertama (paling kiri) itu hak akses milik owner (u)

yang ditengah hak akses untuk group (g)

yang paling kiri, itu hak akses untuk other (o)

untuk dapat merubah hak akses dari sebuah data, kita harus login sebagai si “owner” atau “root”… karena hanya owner yang dapat merubah hak akses file yang dia buat… sementara root bisa mengganti semua hak akses semua data.

nah, bagaimana kita tau siapa “owner” dari data tersebut??

*lihat lagi screen shoot diatas* ^^

di kolom ke 3&4 disana ada tulisan  “root”, “user”, dan ada “auril_zeck”(yang warnanya hitam, bukan biru).

itu adalah pemilik dan group dari file tersebut… misalnya file “piluh” dibuat oleh “root” di dalam grup “root” sementara folder “auril_zeck”(yang warna biru) itu dibuat oleh user bernama “auril_zeck” di dalam group “user”….

nah, misalnya kita mau mengganti hak akses untuk file “piluh”

1. kita harus masuk sebagai “root”

2. lalu ubah hak aksesnya….

hak akses awal dari file piluh adalah “rw-r–r–” artinya, owner dapat membaca dan merubah file tersebut.. sementara grup dan user lainnya hanya dapat membaca file itu…

misalnya kita ingin mengubah hak akses agar user lain dapat menulis di file itu, maka yang kita lakukan,

ketik:

# chmod o+w piluh

chmod adalah command untuk merubah hak akses…

o+w artinya user “other” diberi hak akses untuk “write”

piluh adalah nama filenya….

jika kita ingin agar group dan other bisa meng execute file piluh, maka commandnya:

# chmod go+x piluh

nah, jika nant anda ketik ls-l , maka anda akan melihat bahwa hak akses dari file piluh menjadi

” rw-r-x-rwx ” yang kalau diartikan:

owner dapat membaca dan menulis, tapi tidak bisa mengexecute…

group dapat membaca file tersebut, mengexecutenya, tapi gak bisa megedit/menulis file tersebut…

sementara other bisa read, write dan execute (kok kejam, ya? si owner malah ga bisa execute? hehe)

nahh. itu tadi cara mengganti hak akses menggunakan huruf dengan opsi + dan bisa juga dengan – untuk menghapus hak akses, misalnya

# chmod o-x data.txt yang artinya hak untuk mengexecute file data.odt oleh other dicabut… jadi dia tidak dapat mengexecute data.txt

sekarang mari kita ganti hak akses menggunakan angka….

pertama, pahami dulu…

untuk “r”, angkanya adalah 4

untuk “w”, angakanya adalah 2

dan untuk “x”, angkanya adalah 1

mengapa demikian??? kata guru saya, sih.. itu sudah ketetapannya.. hehehehe

terus mengaplikasikannya dalam command gimana??? begini…

sekarang lihat dulu hak akses dari file piluh… yaitu ” rw-r-x-rwx ” kalau diterjemahkan ke angka jadi -> 657 ….

kenapa bisa begitu??? karena hak akses:

untuk “u” adalah “rw” , maka untuk angkanya jadi 4+2 = “6”

untuk “g” adalah “rx” , maka untuk angkanya jadi 4+1 = “5”

untuk “o” adalah “rwx” , maka untuk angkanya jadi 4+2+1 = “7”

sehingga didapat hak akses dari file ‘piluh’ adalah 657 ….

nah, untuk mengganti agar

ower dapat “rwx”,

group dapat “rw”,

dan other hanya dapat “r”, artinya

u= 4+2+1 = 7

g= 4+2 = 6

o= 1

jadi commandnya:

# chmod 761 piluh

jika anda ketik ls-l , maka file piluh akan memiliki hak akses “rwxrw-r–”

nahh… simpel, kan tentang chmod ini…

selamat chmod-chmod an, ya…^^v

Mengedit dan Menambah Boot Loader LINUX openSUSE

waktu ngeliat tulisan di select OS di GRUB, saya jadi pingin iseng ngedit boot loader, nihh… yg biasanya hanya bisa dilakukan sama si vista&7…

apakah bisa dilakukan di openSUSE?

-LINUX PASTI BISA!!!!

pakai CLI???

-bisa, siih.. tapi… karena saya juga newbie, jadi ada juga cara lewat GUI yg gak ribet sama sekali…

resiko??

-asal edit yg ngerti aja…. hehehe

OK mari kita bahas caranya…

sebelumnya berdoa dulu biar ga napa-napa..hehehe

A. mari kita lakukan pengeditan nama

1. Buka YaST, di bagian search, ketik” Boot” (gak pake tanda petik, yoo)

2. Tunggu dia me-load konfigurasi sejenak…

3. Pilih opsi boot mana yang akan anda utak-atik, lalu klik Edit…

4. Ganti namanya…

kalo udah, klik OK… misalnya mau ganti nama OS yg lain, caranya sama…

B.  Mendelete boot

Klik yang akan dihapus, terus klik delete… pastukan itu pilihan yg benar2 akan anda hapus… (tidak ada efek samping terhadap boot yg dihapus dari boot loader) **efek samping emangnya obat?? hehehe**

C. Menambah boot baru

1. di bagian Section Management, klik +Add terus,

2. pilih tipenya kalo itu windouus, pilih Other Boot… kalo itu dari image, ya pilih image sction…

3. Pilih di Drive mana dia berada, kasi nama terus jangan lupa mark tulisan Do Not Verify Filesystem….. disini saya kasi nama Windows 95, yang berada di sda3…kalo udah klik OK…

4. ini adalah punya saya setelah saya utak-atik….

D. mengedit time out saat select OS

1.klik tab “Boot Loader Installation”

2. Naahh.. di bagian “Time Out….” tentukan sendiri berapa waktu yg akan diberikan…

E. memindah urutan

anda juga bisa memindah urutan boot.. misalnya anda ingin memindah pilihan ‘Windows 95’ ke urutan paling bawah… di bagian Section Managment, klik boot mana yg akan anda pindah, terus di bagian kanan kan ada tulisan Up sama Down… naahh.. silakan pilih sesuka hati anda…^^

Kalo udah tinggal klik OK,deh…

seru, kan.. ternyata LINUX openSUSE fiturnya gak kalah sama yang bayar mahal2, ya… hehehehe

Command-Command Pembaca File (part2)

nahh.. melanjutkan tulisan kemarin tentang command-command pembaca di LINUX,

niihh… ada command “uniq”

dia bisa otomatis menghilangkan kata yang sama di bawah line yang sama…

adalagi namanya sort.. Sesuai namanya.. dia langsung mengurutkan baris sesuai alfabet…

biasanya digunakan untuk daftar… kita coba buka file “makanan”

untuk sort dari z-a, pakai opsi -r, jadi

sort -r makanan

naahh,,,, ada lagi command namanya: “grep”…. dia otomatis menyeleksi kata yang kita inginkan saja…

mari kita coba command nya…

kita coba menyeleksi kata yang mengandung kata “so” pada file ‘makanan’

nahh, lalu kenapa ‘parSo’ tidak ikut terseleksi??? ini karena LINUX itu sensitive dengan command yg dimasukkan…. karena perintahnya ‘so’, maka kata parSo yang ‘s’ nya pakai huruf besar tidak ikut terseleksi…

agar parSo ikut terseleksi, ketik:

grep -i so makanan

naahh.. si parSo kan jadi ikutan…

ada opsi lain, misalnya: mencari kata yang ada b&t dengan command:

grep b.t nama_file

karena saya pakai file bernama file2, maka command nya:

grep b.t file2

untuk mencari kata yang depannya berhuruf “d” kita masukkan command

grep ^d file2

simbol ^ artinya dia mencari kata yang berada di depan… kalau mencari kata yang terdapat dibelakang, kita gunakan simbol $…

misalnya kita mencari kata yang terdapat “bat” dibelakang dengan command:

grep bat$ file2

kata ‘diningbat’ masuk karena terdapat kata ‘bat’ dibelakang.

Untuk selanjutnya, kita bisa menyeleksi kata yang berawalan “d” dan berakhiran “t” dengan command:

grep d.*t file2

nah, kita juga bisa mengkombinasikan command, misalnya,

kita ingin menghilangkan kata yang berisi “bat” dan berawalan “d” dengan command

grep -v bat file2; grep -v ^d

nah… yang keliatan kan cuma ‘bit’ doank…

ok.. selamat baca2 file, ya…